Tata Cara Touring POC Indonesia

Definisi Petugas Touring (Touring Officer / Koordinator konvoi)

Kelompok pengendara yang bertanggung jawab atas tata tertib dan keamanan rombongan termasuk mengatur rute perjalanan. Petugas Touring termasuk diantaranya Road Captain, Group Leader, Sweeper dan lain-lain sebagai mana seperti yang akan dijelaskan pada bagian dibawah ini :

1. Road Captain (RC) adalah petugas touring bertindak sebagai pimpinan tertinggi seluruh koordinator dan peserta konvoi dalam perjalanan.
2. Group Leader (GL) adalah petugas touring yang memimpin sebuah kelompok kecil barisan mobil dalam satu rangkaian besar konvoi bila seluruh rombongan konvoi dipecah menjadi beberapa kelompok.
3. Safety Officer (SO) adalah petugas touring yang mengamankan jalur atau jalan yang akan dilalui oleh peserta konvoi serta mengontrol ketertiban barisan peserta touring.
4.Sweeper(SW) adalah petugas touring yang mengawasi dan mengamankan posisi pesertatouring dari arah belakang barisan. Pada beberapa situasi, SW merangkap sebagai TO (Techical Officer)
5. Technical Officer (TO) adalah petugas touring yang mengkoordinir bantuan teknis terhadap kerusakan kendaraan peserta touring.

Ketentuan Umum

1. Setiap pelaksanaan touring harus dipimpin oleh seorang Road Captain dan setidak-tidak nya dibantu oleh 1 (satu) orang Group Leader, 1 (satu) orang Safety Officer, 1 (satu) orang Sweeper dan 1 orang Technical Officer; atau disesuaikan dengan jarak dan jumlah peserta touring.
2. Road Captain adalah pimpinan tertinggi yang memimpin seluruh peserta konvoi dalam perjalanan touring.
3.Semua peserta touring tanpa kecuali harus mentaati etika touring sebagai berikut:
a. Datang dan berangkat tepat pada waktu yang telah ditentukan.
b. Mematuhi seluruh peraturan dan Undang-Undang Lalu Lintas yang berlaku, termasuk diantaranya tidak menggunakan bahu jalan atau melanggar lampu Lalu Lintas.
c. Tidak menggunakan sirine dan strobo atau klakson yang berlebihan terutama pada kondisi macet selain daripada petugas konvoi, kecuali untuk kondisi darurat.
d. Dilarang menggunakan lampu Hazard, cukup menyalakan lampu senja atau lampu utama untuk menunjukkan bahwa anda adalah peserta konvoie. e. Peserta touring tidak berhak mengatur perjalanan touring selain dari koordinator touring.
f. Dilarang keras untuk mengintimidasi pengguna jalan lain (memukul, mencaci, meludah atau bentuk-bentuk arogansi lainnya).
g. Berbaris sesuai nomor urut konvoinya dan tidak saling mendahului atau berebut jalan sesama peserta konvoi.
h. Tidak melakukan manuver berbahaya (racing, drifting, zig zag atau aksi-aksi berbahaya lainnya).
i. Memberikan kesempatan kepadapemakai jalan lain yang ingin mendahului atau secara terpaksa harus masuk kedalam barisan konvoi karena kondisi lalulintas.
j. Pergunakan lampu sein atau isyarat yang sopan saat meminta jalan kepada pengguna jalan lain serta memberikan isyarat tertentu setelahnya sebagai ucapan terima kasih.
k. Waspada dan tetap konsentrasi selama berkendara.
l. Tidak egois, pemaaf dan mengalah terhadap pengguna jalan lain.
m. Selalu menerapkan tata cara berkendara yang aman dan benar.
n. Dapat mempertahankan suasana hati yang positif (bersabar).
o. Selalu tenang dan tidak terpengaruh atas provokasi dari pengguna jalan lain.
4. Semua peserta touring tanpa terkecuali harus melengkapi kendaraannya minimal dengan kondisi sebagai berikut:
a. Mesin dan oli dalam kondisi layak jalan dan layak pakai.
b. Kaca spion harus lengkap serta dapat berfungsi dengan baik.
c. Seluruh lampu kendaraan harus lengkap dan berfungsi dengan baik.
d. Ban kendaraan termasuk ban cadangan harus dalam kondisi layak pakai.
e. Rem berfungsi dengan baik.
f. Klakson berfungsi dengan baik.
g. Memiliki dan membawa surat-surat kendaraan serta identitas pengenal diri (STNK, SIM dan KTP).
h.Alat perkakas standar kendaraan lengkap tersedia dalam mobil.
i. Bahan bakar kendaraan penuh atau mencukupi untuk mengkuti touring.
j. Membawa kotak P3K dan obat-obatan keperluan pribadi.

Status Prioritas Konvoi

Seluruh rangkaian konvoi termasuk koordinator konvoi memiliki status prioritas utama apabila mendapatkan pengawalan secara khusus oleh pihak yang berwenang (POLANTAS / DISHUB), tetapi prioritas konvoi ini berada di urutan terbawah seperti yang telah ditentukan oleh UU Lantas (pemadam kebakaran, ambulans / kendaraan jenazah, rangkaian konvoi kenegaraan,dan lain-lain).

Pantauan Frekuensi Komunikasi Radio
Seluruh peserta termasuk koordinator konvoi diatur dalam frekuensi  144.820 Mhz

Tanggung Jawab dan Wewenang Petugas Touring

a. Road Captain (RC)

1. Membawahi para officer touring yang bertugas yaitu Safety Officer, Group Leader, Technical Officer dan Sweeper.
2. Bertanggung jawab untuk membawa peserta touring ke tujuan dengan aman dan selamat dengan dibantu para officer touring.
3. Berwenang membatalkan perjalanan atas dasar pertimbangan keamanan dan keselamatan rombongan berdasarkan masukan dari para officer touring.
4. Berhak membatalkan keikut sertaan peserta touring dan/atau membatalkan penugasan officer touring yang ditunjuk sebelumnya atas dasar kemanan dan keselamatan peserta rombongan touring.
5. Menyusun rute, jarak tempuh dan durasi perjalanan, tempat perberhentian sementara, penunjukan officer touring dan analisa resiko potensi hambatan dan/atau bahaya dalam rute yang akan dilalui rombongan touring.
6. Melakukan doa bersama dan memberikan tanda dimulainya touring.
7.Memastikan fungsi radio pada para officer touring yang bertugas tidak mengalami gangguan (radio check).
8. Mengendalikan perjalanan touring melalui radio komunikasi.
9. Mengontrol jalannya komunikasi radio antara Road Captain dengan Officer yang bertugas: Group Leader dengan anggota group.
10. Memperingatkan komunikasi radio yang dianggap tidak perlu dan/atau mengganggu jalannya koordinasi serta menolak hubungan radio yang dianggap tidak perlu.
11. Memastikan SOP Touring diikuti dan dipatuhi seluruh peserta touring tanpa terkecuali.

b. Group Leader (GL)

1. Bertanggung jawab kepada Road Captain.
2. Mengatur kecepatan dan arah perjalanan touring grupnya sesuai instruksi Road Captain.
3. Memonitor dan membimbing anggota grupnya agar tetap dalam formasi touring.
4. Melaporkan pada Road Captain jika ada anggota grup yang membutuhkan Safety Officer atau Sweeper.
5.Menegur danmemperigatkan anggota grupnya yang tidak mematuhi SOP Touring (tidak masuk dalam barisan atau tidak line up)

c. Safety Officer(SO)

1. Bertanggung jawab kepada Road Captain.
2. Memperhatikan kondisi jalan, lalu lintas serta kendaraan lain di luar rombongan kemudian menginformasikan kepada Road Captain dan peserta touring melalui radio komunikasi tentang kemungkinan yang membahayakan dari bagian depan dan belakang konvoi seperti misalnya kendaraanyang akan menyerobot jalur peserta konvoi dan kendaraan yang akan menyalip konvoi.
3. Berganti / berpindah jalur sebelum peserta touring sehingga peserta touring dapat memasuki jalur perjalanan dengan aman.
4. Mengawasi formasi danmemberitahu Road Captain masalah yang mungkin terjadi pada konvoi.
5. Mengatur formasi agar tetap sesuai dengan yang diinginkan oleh Road Captain.
6. Mengatur jarak antar peserta touring sehingga formasi touring tetap sebagai satu kesatuan barisan.

d. Sweeper

1.BertanggungjawabkepadaRoad Captain.
2.Memastikan semua peserta touring tetap dalam formasi barisan konvoi.
3. Mengawasi formasi dan memberitahu Road Captain masalah yang mungkin terjadi pada konvoi dari posisi paling belakang.
4. Memberikan bantuan / tanggapan atas kondisi darurat yang dialami oleh peserta touring.
5. Mengingatkan peserta touring bila melakukan pelanggaran etika selama touring.
6. Menanggapi tindakan provokatif dari pengguna jalan lain yang mengganggu peserta touring dan melaporkan setiap perkembangan situasinya kepada Road Captain melalui radio komunikasi.
7. Memonitor dan mengambil tindakan yang perlu ketika ada peserta touring yang tercecer dari barisan.

e. Technical Officer

1. Bertanggung jawab kepada Road Captain.
2. Mengkoordinir tersedianya bantuan teknis, baik berupa suku cadang maupun tenaga terampil selama perjalanantouring.
3.Memberikan bantuan teknis terhadap kerusakan yang dialami peserta touring dan memberikan saran kepada Road Captain apakah perjalanan touring tetap diteruskan atau dihentikan sementara ketika menemani kerusakan tekhnis peserta touring.

f. Peserta Touring

1. Bertanggung jawab untuk mematuhi SOP Touring.
2. Mengetahui rute, jarak tempuh dan durasi perjalanan dan tempat pemberhentian sementara.
3. Mengikuti instruksi Group Leader, Safety Officer atau Sweeper yang disampaikan melalui isyarat tangan ataupun radio komunikasi.
4. Menyampaikan informasi kepada Pimpinan Grupnya (Group Leader) tentang kondisi diri, kendaraan atau lingkungan sekitarnya yang dapat mengganggu konsentrasi dan keamanan.

Formasi, Isyarat dan Cek Radio

1. Formasi Line Up

a. Formasi Line Up adalah sesuai urutan dan grupnya masing-masing berbaris dimulai Safety Officer, Road Captain, Group Leader, Peserta Touring dan Sweeper.
b. Road Captain akan memimpin ketika formasi line up akan dilakukan.
c. Formasi ini harus dipatuhi seluruh peserta touring.

2. Formasi Berhenti Sementara seluruh rombongan

a. Road Captain akan memutuskan Formasi Berhenti Sementara yang akan dipakai setelah mendapatkan saran dari Safety Officer yang melihat situasi dan kondisi jalan.
b. Jika lokasi memungkinkan maka formasi berhenti adalah Road Capatin berhenti di titik awal, selanjutnya anggota touring di belakangnya akan berhenti di depannya; begitu seterusnya sehingga formasi berhenti di posisi paling belakang adalah Road Captain sedangkan di posisi paling depan adalah Sweeper
c. Formasi ini untuk mempermudah manuver line up ketika konvoi harus berjalan kembali, dimulai dari Road Captain bergerak diposisi paling belakang hingga Sweeper diposisi paling depan.
d. Jika kondisi jalan tidak memungkinkan menggunakan formasi di atas, maka formasi berhenti akan diputuskan oleh Road Captain (Berhenti per group atau berhenti biasa).

3. Isyarat dan Cek Radio

a. Cek radio akan dimuali dari Road Captain yang akan memanggil para petugas touring (Safety Officer, Sweeper, Technical Officer dan terakhir; Group Leader).
b. Road Captain kemudian meminta masing-masing Group Leader untuk cek radio dan memanggil anggota grupnya dimulai dari mesin mobil, lampu besar dan radio telah hidup).
c. Setelah mendapatkan laporan “SIAP” dari tiap Group Leader maka Road Captain akan memerintahkan rombongan untuk mulai bergerak.d. Safety Officer akan menyalakan sirene / klakson sebagai tanda touring dimulai.

Standard Touring POC

1. Berdoa selalu sebelum berangkat.
2. Wajib menyalakan lampu besar (head lamp) selama perjalanan touring.
3.. Wajib membawa radio komunikasi jenis 2 meterandengan frekuensi 144.820 Mhz
4..Wajib mematuhi peraturan dan menjaga tata tertib ber lalu lintas.
5. Wajib memberikan kesempatan kepada kendaraan atau pengguna jalan lain untuk mendahului rombongan.
6.  Tidak boleh mendahului sesama rombongan atau saling menyusul.
7. Tidak diperkenankan menyalakan “Lampu Darurat” atau “Hazard”, kecuali mobil berhenti karena keadaan darurat.
8. Wajib mengisi penuh BBM sebelum keberangkatan rombongan.

Peraturan Touring

1. Datang tepat waktu.
2. Selalu memonitor radio komunikasi. Harap menyiapkan radio komunikasi di frekuensi 144.820 Mhz
3. Tidak diperkenankan mendahului Road Captain.
4. Selalu dalam barisan sesuai dengan nomor urut.
5. Tetap dalam formasi touring mulai dari keberangkatan hingga perjalanan pulang.
6. Tidak diperkenankan kebut-kebutan, mendahului peserta di depannya tanpa instruksi dari RoadCaptain, Officer atau GroupLeader.
7.Tidak menggunakan klakson yang berlebihan, sirene ataupun lampu strobo.
8.Selalu menjaga jarak dengan peserta lainnya minimal 1(satu) kendaraan didepannya.
9.Peserta tidak berhak mengatur perjalanan touring kecuali Road Captain yang dibantu oleh para petugas touring.
10. Peserta diperkenankan berbicara melalui radio komunikasi, tetapi harus memberikan prioritas kepada Road Captain, Group Leader, Sweeper atau petugas touring lainnya.
11. Jika salah satu peserta terpaksa harus berhenti, harap menghubungi Group Leader (GL) melalui radio komunikasi. GL akan memutuskan apakah grup yg dipimpinnya melanjutkan perjalanan atau ikut berhenti. Officer terdekat (dan Service Car; bila perlu) akan menemani bila salah satu peserta atau grup memutuskan untuk berhenti. RC akan memutuskan apakah rombongan besar melanjutkan perjalanan atau ikut berhenti.
12. Membawa lengkap surat-surat kendaraan yang masih berlaku (SIM dan STNK).
13. Tidak diperkenankan berkendara dalam kondisi mabuk atau dalam pengaruh obat-obatan lainnya.

 

Selamat touring dan enjoy the journey.
Mei 25, 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *